Waspada, 3 Efek Samping Vaksin Covid

Anggota Komisi IX DPR, Dewi Asmara menilai, Komnas KIPI juga perlu memperluas sosialisasi efek samping vaksin covid-19 ini. Harapannya, agar penerima vaksin bisa lebih mudah untuk pengawasan jika mengalami efek samping. Secara umum vaksin COVID-19 memiliki efek samping ringan dan cepat hilang. Keenam vaksin yang masuk dalam daftar pemerintah ini memiliki dosis, efektivitas, efek samping, dan keamanan yang berbeda-beda. Dalam program vaksinasi COVID-19 di Indonesia, setiap orang hanya akan mendapatkan satu jenis vaksin.

Karena itu pasien tersebut harus menjaga diri dengan menerapkan 3M secara ketat dan penuh disiplin. Setelah presiden, maka kelompok yang mendapatkan vaksin virus corona adalah tenaga kesehatan. Suntikan vaksin akan dilakukan sebanyak dua kali, dengan rentang waktu sekitar 2- 3 minggu.

Ketika mengalami sakit perut tak biasa usai suntik vaksin Covid-19, lakukan pemeriksaan diri. Hingga saat ini, vaksin COVID-19 masih terus dikembangkan dan diteliti oleh berbagai perusahaan farmasi dan lembaga kesehatan, terkait efektivitas dan keamanannya. Untuk mendapatkan izin edar, suatu vaksin harus melalui 3 fase uji klinis. Para peneliti dalam sebuah penelitian yang diterbitkan ke server pracetak medRxiv menganalisis sekitar 947 petugas kesehatan di Inggris yang menerima dosis pertama vaksin Pfizer-BioNTech Covid-19. Sekitar 265 dari petugas kesehatan tersebut telah terinfeksi virus corona sebelum vaksinasi. Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Indonesia sudah bergulir sejak thirteen Januari 2021 lalu.

dr. Erlina Burhan, Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi menegaskan efek samping vaksin merupakan hal yang wajar terjadi. Erlina mengatakan dalam uji klinis, kebanyakan efek samping bersifat ringan hingga sedang dan hilang dalam beberapa hari. Ia menjelaskan, Komnas KIPI telah mencatat whole 229 laporan efek samping serius terkait program vaksinasi covid-19.

Ketua Satgas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia dr. Samsuridjal Djauzi menegaskan vaksin Covid-19 bisa digunakan jika efektivitasnya di atas 50%. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan 30 negara sudah melakukan vaksinasi pada bulan Desember. BPOM mengaku bertanggung jawab atas efektivitas vaksin dalam melawan covid-19. Pihaknya pun tengah fokus atas keamanan, khasiat, dan mutu vaksin Covid-19. Epidemiolog Griffith University, Dicky Budiman menyatakan vaksin adalah produk kesehatan yang sensitif. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Efek dari vaksin covid

Meskipun masih dalam ambang batas yang diizinkan WHO, hasil ini adalah yang terendah dibandingkan vaksin COVID-19 lainnya. Vaksin Pfizer disebut tidak menimbulkan efek samping yang serius, hanya menyebabkan kelelahan, demam, dan nyeri otot dalam waktu singkat. Perlu dicatat, vaksin yang saat ini tersedia tidak mencegah seseorang tertular dan menularkan virus penyebab COVID-19.